Takbir berkumandang di segala penjuru Negeri, umat islam sedang
merayakan moment kemenangan, moment dimana kita kembali ke fitrah. Di Indonesia
tradisi silaturahmi untuk meminta maaf terjaga sampai sekarang. Biasanya
sebelum melakukan silaturahmi dengan keluarga, kerabat, tetangga dan warga yang
lain, ada satu moment yang sangat menyetuh hati. Waktu itu saya masih kecil, saya
menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa. Ayah saya bersimpuh di lutut
nenek dan kakek. Kalimat yang diucapkan ayah saya sangat menyentuh, ayah saya
memohon maaf kepada kedua orangtuanya. Mereka begitu mesra dengan cara seperti
itu, sambil menangis ayah saya mengucapkan kesalahan dan memohon maaf.
Waktu itu saya tidak tahu apa itu? Tapi, ayah saya mendidik saya
supaya melakukan itu terhadap nenek dan kakek saya. Dulu terasa biasa aja, tapi
semakin dewasa saya semakin paham kenapa saya melakukan itu. Tindakan memohon
maaf dengan cara seperti itu biasanya di sebut sungkem. Dalam kamus besar
bahasa indonesia sungkem adalah sujud (tanda bakti, penghormatan). Sungkem
adalah tradisi jawa yang sampai sekarang masih terjaga, pada moment-moment
seperti lebaran dan pernikahan biasanya ada acara sungkeman.
Banyak pro kontra tentang adat ini, banyak yang menyebutkan hal
ini tidak boleh dilakukan karena menyekutukan Allah, karena sujud itu hanya
kepada Allah. Dan ada yang memperbolehkan selama niatnya itu baik dan hanya
untuk rasa hormat kita kepada kedua orang tua.
Namun menurut pendapat saya, Batasan antara menyembah dengan
penghormatan tentunya bukan dilihat dan didefinisikan dari sebuah gerakan,
melainkan dari niatnya. Gerakan menyembah di tiap agama, budaya, bangsa akan
berbeda. Ada yang menyembah dengan bersujud, membakar dupa, berjongkok, berbaring,
bahkan juga berdiri dll. Tentunya perbedaan antara menyembah dengan bukan
menyembah, adalah terletak pada niatnya. Berbuat baik, patuh dan menuruti
perkataan orang tua, tetapi tidak menyembah mereka juga Apapun penafsiran
dan sangkaan manusia dalam setiap baik dan buruknya amalan kita, sesungguhnya
bagi diri kita adalah bagaimana niat kita dalam menjalankan ibadah. Niat inilah
yang membedakan antara menyembah ataupun menghormat, Pada momen idul fitri,
sungkem terasa sebagai berjuta bakti yang sulit diungkap dikarenakan kasih
sayang tak berhingga dari kedua orang tua kita. Memang sungkem adalah gerakan
membungkuk kepada orang tua, sebagai wujud kerendahan seorang anak kepada orang
tua, dan bukannya bersujud atau menyembah orang tua.
Budaya sungkem ini membuktikan bahwa leluhur kita sangat
menghormati orang tua. Semoga budaya ini akan terus terjaga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar