Jumat, 16 Oktober 2015

UNTUK ORANG TUA KITA






Takbir berkumandang di segala penjuru Negeri, umat islam sedang merayakan moment kemenangan, moment dimana kita kembali ke fitrah. Di Indonesia tradisi silaturahmi untuk meminta maaf terjaga sampai sekarang. Biasanya sebelum melakukan silaturahmi dengan keluarga, kerabat, tetangga dan warga yang lain, ada satu moment yang sangat menyetuh hati. Waktu itu saya masih kecil, saya menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa. Ayah saya bersimpuh di lutut nenek dan kakek. Kalimat yang diucapkan ayah saya sangat menyentuh, ayah saya memohon maaf kepada kedua orangtuanya. Mereka begitu mesra dengan cara seperti itu, sambil menangis ayah saya mengucapkan kesalahan dan memohon maaf.
Waktu itu saya tidak tahu apa itu? Tapi, ayah saya mendidik saya supaya melakukan itu terhadap nenek dan kakek saya. Dulu terasa biasa aja, tapi semakin dewasa saya semakin paham kenapa saya melakukan itu. Tindakan memohon maaf dengan cara seperti itu biasanya di sebut sungkem.  Dalam kamus besar bahasa indonesia sungkem adalah sujud (tanda bakti, penghormatan). Sungkem adalah tradisi jawa yang sampai sekarang masih terjaga, pada moment-moment seperti lebaran dan pernikahan biasanya ada acara sungkeman.
Banyak pro kontra tentang adat ini, banyak yang menyebutkan hal ini tidak boleh dilakukan karena menyekutukan Allah, karena sujud itu hanya kepada Allah. Dan ada yang memperbolehkan selama niatnya itu baik dan hanya untuk rasa hormat kita kepada kedua orang tua.
Namun menurut pendapat saya, Batasan antara menyembah dengan penghormatan tentunya bukan dilihat dan didefinisikan dari sebuah gerakan, melainkan dari niatnya. Gerakan menyembah di tiap agama, budaya, bangsa akan berbeda. Ada yang menyembah dengan bersujud, membakar dupa, berjongkok, berbaring, bahkan juga berdiri dll. Tentunya perbedaan antara menyembah dengan bukan menyembah, adalah terletak pada niatnya. Berbuat baik, patuh dan menuruti perkataan orang tua, tetapi tidak menyembah mereka juga Apapun penafsiran dan sangkaan manusia dalam setiap baik dan buruknya amalan kita, sesungguhnya bagi diri kita adalah bagaimana niat kita dalam menjalankan ibadah. Niat inilah yang membedakan antara menyembah ataupun menghormat, Pada momen idul fitri, sungkem terasa sebagai berjuta bakti yang sulit diungkap dikarenakan kasih sayang tak berhingga dari kedua orang tua kita. Memang sungkem adalah gerakan membungkuk kepada orang tua, sebagai wujud kerendahan seorang anak kepada orang tua, dan bukannya bersujud atau menyembah orang tua.
Budaya sungkem ini membuktikan bahwa leluhur kita sangat menghormati orang tua. Semoga budaya ini akan terus terjaga.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar