Thoriqoh? Tarekat?
Sering kali kita dengar nama seorang habib atau kyai yang terkenal dengan doanya yang maqbul (mudah dikabulkan oleh Tuhan), karena kedekatan beliau denganNya. Biasanya kyai atau habib tersebut secara personal memiliki atau beraliran thoriqoh tertentu.
Thoriqoh atau tarekat secara bahasa berarti jalan yang dilalui. Sedangkan secara istilah berarti perilaku untuk menjalani sebuah jalan yang diyakini.
Ada pepatah jawa yang berbunyi "ilmu iku kelakone kanthi laku", yang berarti bahwa dapat disebut ilmu bila telah dijalani sepenuh hati dan dihayati. Berarti ada perbedaan persepsi antara ilmu bagi orang thoriqoh dan ilmu menurut pengertian umum.
Menempuh sebuah jalur thoriqoh seyogyanya harus dibimbing oleh guru yang mumpuni, yang memiliki sanad ilmu menyambung hingga Rasulullah Muhammad saw dan bagus lagi bila guru tersebut merupakan keturunan Rasulullah saw atau seorang waliyullah.
Tentu, masuknya seseorang ke dalam thoriqoh harus melalui baiat seorang Guru yang kompeten. Karena bila hanya mengamalkan sebuah ilmu tanpa guru, maka pembimbingnya adalah setan.
Maksud dan niat dari pengalaman sebuah ilmu lebih utama agar nantinya tak salah alamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar