Rabu, 14 Oktober 2015

MADRASAH YANG RUSAK

Pada malam hari itu, suara speaker masjid terdengar sampai ke rumahku, kepala dusun waktu itu memberi tahu bahwa pukul 20.00 wib akan ada pertemuan tentang pembangunan Sekolah Ibtidaiyah atau yang sering dikenal dikalangan masyarakat madrasah. Di desaku madrasah adalah salah satu tumpuan generasi penerus menimba ilmu agama. tapi sayang kondisi madrasah itu memprihatinkan, tidak layak huni. Banyak sekali atap yang berlubang, tembok yang sudah rapuh. Saat musim hujan ruangan kelas akan terisi oleh genangangan air, sehingga sebelum dilaksanakan pembelajaran santri wajib membersihkan terlebih dahulu.

Singkat cerita, jam telah menunjukkan pukul 20.00 wib, dan berkumpullah masyarakat serta bermusyawarah tentang kondisi madrasah tersebut. Melalui musyawarah, diputuskan bahwa besok akan dilakukan perbaikan madrasah. Oleh karena dana guna pembangunan tidak ada, maka warga pun mempunyai ide agar memberikan sumbangan semampu mereka, kemudian warga bahu membahu memperbaiki madrasah yang rusak itu. Sistem gotong royong ini memang sangat melekat di warga desa kami, tidak hanya kali ini saja warga membuat hal seperti ini, seringkali dalam setiap acara pasti semangat gotong royong ini akan muncul. 

Image result for gotong royong

Gotong royong adalah salah satu budaya bangsa yang membuat Indonesia di puji oleh bangsa lain karena budaya yang unik dan penuh toleransi sesama antar manusia. Ini juga merupakan salah satu faktor yang membuat Indonesia bisa bersatu dari Sabang sampai Merauke, walau berbeda agama, suku dan warna kulit. Gotong royong adalah salah satu adat istiadat bangsa Indonesia yang paling tinggi. Tanpa gotong royong bisa jadi bangsa ini takkan pernah ada, karena gotong royong merupakan kekuatan yang sangat besar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Saat pembangunan madrasah di desa kami terlihat bahwa nilai gotong royong sangatlah tinggi. Para laki-laki sibuk dengan mengaduk semen dan pasir, memotong kayu dan menyiapkan alat- alat bangunan, sedangkan para wanita memasak untuk keperluan laki-laki, menyiapkan minum dan lain- lain.
Dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sejarah gotong royong sangat berpengaruh. Hal ini tercantum dalam kerangka NCB pada tahun 1945, Presiden Ir. Soekarno mempopulerkan istilah gotong royong sebagai bagian esensial dari revitalisasi nilai-nilai sosio-budaya pada masyarakat lintas suku bangsa di Indonesia agar terbebas dari dominasi sosial, ekonomi, politik, serta ideologi asing yang tidak menguntungkan bangsa Indonesia. Sebagaimana kita pahami bersama, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak mungkin dicapai tanpa dukungan kekuatan masyarakat yang tersebar di seluruh tanah air dalam bentuk gotong royong antar masyarakat yang memperkuat energi tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan. Jauh sebelum merdeka, istilah gotong royong merupakan kekuatan sinergis antar masyarakat yang terdapat di Indonesia. Presiden Soekarno pada 1964, menyebut kata gotong royong sebagai perasaan dari dasar negara Pancasila, yang nilai-nilainya digali dari sejarah bangsa Indonesia. Gotong royong telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pada hampir seluruh suku bangsa, ia juga dapat disebut sebagai inti kekuatan budaya masyarakat Indonesia yang dapat dijadikan landasan semangat dan tindakan kolektif untuk merevitalisasi nilai-nilai kebersamaan dalam kegotongroyongan. 

Gotong royong berarti bahu membahu, saling bergandengan tangan, atau memikul beban secara bersama sebagai bagian dari pemberdayaan diri secara kolektif untuk menyelesaikan atau mengatasi suatu persoalan, dan sekaligus juga untuk menggapai tujuan kebaikan bersama. Gotong royong mengandung makna kebersamaan, kesetaraan, keadilan dan kebersamaan dalam memecahkan masalah untuk mencapai tujuan bersama.
Image result for gotong royong indonesia

Sifat dan budaya kegotongroyongan akhir-akhir ini hampir menjadi cerita romantis bagi generasi muda. Banyak faktor yang mempengaruhi tereduksinya budaya gotong royong di masyarakat., diantaranya adanya benturan dengan budaya individualis. Salah satu faktor ini yang kemudian melahirkan sikap acuh pada anggota masyarakat yang bermuara pada sikap lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan, dan berkembangnya pikiran bahwa pembangunan merupakan urusan penguasa. Hal ini tidak bisa dibiarkan, karena hanya akan melahirkan tereduksinya modal sosial kegotongroyongan yang sudah berkembang di masyarakat. Revitalisasi nilai-nilai kemasyarakatan dalam mewujudkan kembali semangat kegotongroyongan di masyarakat menjadi sesuatu yang urgen. Semangat kebersamaan yang pernah berkembang di masyarakat dapat diwujudkan karena adanya sentimen keagamaan, kesatuan perasaan, dan kesatuan tujuan. Semangat yang membuat Indonesia menjadi negara yang besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar