Empu Gandring !!! Bila kita mendengar nama itu pasti kita bakal ingat pelajaran sejarah, waktu Sekolah Menengah Pertama kita diceritakan oleh guru kita tentang sosok Empu Gandring. Empu Gandring adalah salah satu empu pembuat keris yang terkenal sampai sekarang. nama beliau di jadikan nama keris itu sendiri karena karya beliau yang luar biasa. Keris ini adalah salah satu pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singasari. Dalam satu cerita disebutkan kalau keris tersebut dibuat dalam waktu beberapa bulan sementara di kisah lainnya dikatakan keris tersebut dibuat dalam satu hari. Namun konon Empu Gandring melakukan tirakat, puasa dan upacara khusus sebelum memilih bahan untuk membuat keris tersebut agar keris tersebut bertuah.
Keris adalah benda yang menjadi saksi perjalanan indonesia. Keris adalah senjata tikam yang berasal dari nusantara. Sampai sekarang dunia masih mengakui bahwa keris adalah buatan Indonesia dan bagian dari sejarah Indonesia.
Pada tahun 2005 UNESCO mengakui bahwa keris adalah warisan budaya indonesia. Lain dulu lain sekarang, fungsi keris yang dulu sebagai alat untuk berperang, kini berubah menjadi alat untuk acara ada tertentu, contohnya saat pernikahan adat jawa, pengantin laki-laki wajib memakai pakaian jawa beserta keris yang diselipkan di pinggangnya.
Pada tahun 2005 UNESCO mengakui bahwa keris adalah warisan budaya indonesia. Lain dulu lain sekarang, fungsi keris yang dulu sebagai alat untuk berperang, kini berubah menjadi alat untuk acara ada tertentu, contohnya saat pernikahan adat jawa, pengantin laki-laki wajib memakai pakaian jawa beserta keris yang diselipkan di pinggangnya.
Mengapa harus keris? konon pandangan ini berawal dari masyarakat jawa dulu, karena keris itu dianggap sebagai simbol "kejantanan" dan awal mula ekstensi mahluk dibumi atau di dunia bersumber dari agraris yaitu dari menyatunya unsur laki - laki dan perempuan. Di dunia ini Allah SWT menciptakan mahluk dengan dua jenis seks yaitu perempuan dan laki-laki baik manusia, hewan dan tumbuhan. kepercayaan pada filsafat agraris ini sangat mendasar dilingkungan keraton jawa seperti Keraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta dan lain lain. Kepercayaan itu mulanya dari Hinduisme yang pernah dianut oleh masyarakat di Jawa.
Hubungan keris dan sarungnya secara khusus oleh masyarakat Jawa diartikan secara filosofi sebagai hubungan akrab, menyatu untuk mencapai keharmonisan hidup di dunia. Kalau selama ini kita mendengar atau melihat "pandangan miring tentang keris" maka semestinya kita menyadari bahwa dunia menghargai warisan budaya leluhur bangsa Indonesia. Kita perlu bangga tentang nilai yang luar biasa sebagai karya leluhur, selain berakar dari tradisi budaya dan sejarah bangsa Indonesia, keris juga masih berperan sebagai jati diri bangsa, sumber inspirasi budaya, dan masih berperan sosial di masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar