Kamis, 15 Oktober 2015

CINTA SANG HABIB


Al-Arif Billah Maulana Habib Muhammad Lutfhi bin Ali bin Yahya adalah tokoh ulama besar di Indonesia. Beliau seorang hafidz, tidak hanya sekedar seorang tokoh agama tapi lebih dari itu. Beliau juga adalah budayawan, seniman dan pejuang di waktu ini. Sampai sekarang Maulana Habib Muhammad Lutfhi bin Ali bin Yahya menjabat sebagai Ra’is ‘Am Jam’iyah Ahlit Thoriqoh al-Mu’tabarah an-Nahdiyah dan Ketua MUI Jawa Tengah. Dan yang utama beliau seorang Mursyid, yang selalu mendengungkan kecintaan pada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw.

Image result for habib lutfi bin yahya

Habib Muhammad Lutfhi bin Ali bin Yahya lahir dipekalongan, 10 nopember 1947. Dilahirkan dari seorang syarifah (dari jalur ibu), yang memiliki nama dan nasab: sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin bin Sayid Hasan bin Sayid Imam ‘Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al Imam ‘Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘Ali bin Imam ‘Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘Ali Bâ Alawi. Serta dari jalur ayah, beliau tak diragukan lagi memiliki nasab yang menyambung hingga Baginda Rasulullah Muhammad saw.
Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Beliau sempat menjadi murid kesayangan dari Habib Ahmad al-athas Pekalongan. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiah. Selanjutnya pada tahun 1959 M, beliau melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon dan Kedungparuk. Dan menjadi murid kesayangan Mbah Kyai Abdul Malik yang secara nasab masih keturunan Pangeran Diponegoro. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan dinegara lainnya. Beliau menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.
Dari Guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah khas (khusus), dan juga ‘am (umum) dalam da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thoriqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab tauhid, tashawuf, bacaan aurad, hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membaiat.
Beliau adalah teladan bagi masyarakat Indonesia supaya mencintai Negara Indonesia. Dalam setiap ceramah beliau selalu menekankan agar mencintai Negara ini. Beliau tidak pernah lelah menyuarakan “NKRI harga mati”.

Salah satu ceramah tentang beliau tentang cinta kepada tanah air :
“Kalau kita cinta tanah air buktikan kalau cinta, jangan hanya ngomong saja. Buktikan cinta kepada Republik Indonesia, sebagaimana Rasulullah saw memberikan contoh cinta kepada tanah kelahirannya sampai-sampai Rasulullah saw puasa setiap hari Senin, cinta pada tanah airnya Rasulullah sampai beliau bersabda: kecintaan kepada negeri arab 3 hal  karena saya orang Arab, Rasulullah memberi contoh kepada kita karena saya orang Indonesia, saya Bangsa Indonesia. Bukan sebagai bangsa Indonesia kalau sebagai bisa pinjam tapi kalau tegas saya adalah orang Indonesia dan saya adalah Bangsa Indonesia (dengan suara tegas). Kita harus berani dan tegas, menunjukan suara tegas adalah menujukan sikap ksatria kita yang siap di depan apabila ada oknum-oknum yang akan menggoyahkan NKRI”. (Habib Lutfhi lalu bertanya kepada jamaah) Anda ridho bila NKRI hancur? Anda ridhlo bila NKRI pecah belah? Tunjukkan bila tidak, dengan cara persatuan-kesatuan ini diperkuat, jangan memberikan satu celah untuk oknum-oknum manusia yang akan memecah belah Indonesia. Itulah ajaran Rasulullah agar mencintai bangsa sendiri. Tidak cukup dengan cinta tanah air saja, tapi buktikan dengan hasil karya bumi pertiwi ini, kita hargai walaupun barangnya jelek, kita tutupi kejelekan itu dan kita perbaiki, bukan membuka kejelekan tapi tidak ada perbaikan, tunjukan dahulu kalau barangnya bagus, kemasannya yang baik, seperti buah kiwi, buah kiwi itu bagus karena kemasannya. Itulah cara dagang mencintai dan menghargai bumi pertiwi. Mestinya kita lebih semangat, begitu ingin maju Republik ini. Habib Lutfhi dan habaib disini boleh keturunan Arab, tapi tidak bisa dikatakan bangsa arab, saya adalah orang Indonesia, saya Bangsa Indonesia. Garis keturunan tidak bisa hilang tapi kita adalah Bangsa Indonesia”.

Image result for habib lutfi bin yahya

Begitu banyak ceramah Maulana Habib Lutfhi Bin Yahya tentang cinta tanah air. Kita harus banyak belajar kepada beliau supaya lebih mencintai Negeri ini. Dan sebagai generasi penerus kita harus tetap mencintai, menjaga dan melestarikan Negeri ini agar tetap kuat.
Mungkin ini hanya sedikit tentang cerita tentang kecintaan sang Maulana Habib Lutfhi bin Yahya kepada Bangsa ini. Ada banyak lagi cerita yang membuktikan kecintaan beliau terhadap NKRI salah satunya adalah dengan membuat lagu “padang bulan” dan kirab budaya.
Kita perlu berterima kasih terhadap beliau yang tak pernah lelah mengingatkan generasi muda untuk mencintai NKRI. Semoga beliau selalu di berikan kesehatan agar tetap mengumandangkan “NKRI harga mati”. Amin Ya Robbal Alamin.

Jayalah Negeriku.......
Jayalah Bangsaku......


Tidak ada komentar:

Posting Komentar