Kamis, 24 Desember 2015

GREBEG MAULUD


YOGYAKARTA -- Puluhan ribu warga dari berbagai daerah dan wisatawan mancanegara merebutkan tiga Gunungan Garebek Mulud di halaman Masjid Kauman, Kota Yogyakarta, Kamis (24/12). Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada upacara Gerebek Mulud Sekaten Tahun 1949 Jimawal atau 1437 Hijriah mengeluarkan tujuh gunungan. Masing-masing Gunung Lanang tiga buah, satu dibawa ke Puro Pakuaman dan satu dibawa ke Kepatihan. Selain itu, Gunung Wadon satu buah, Gunung Gepak satu buah, Gunung Dharat satu buah dan Gunung Pawuhan satu buah.

"Kami datang ke sini untuk melihat gerebek mulud dan ikut merebutkan gunungan supaya dapat berkah," kata masyarakat Magelang, Jawa Tengah, Mujirah, di Yogyakarta.

Mujirah mengaku sudah menunggu di depan Masjid Kauman sejak pukul 08.00 WIB supaya dapat masuk ke halaman masjid. Namun, ternyata sudah banyak juga warga yang datang. "Saya masih bersyukur dapat makanan dari gunungan. Untuk mendapatkan makanan, saya rela berdesak-desakan dan kaki terinjak-injak pengunjung lain," katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Gunungan Garebek Mulud yang diarak di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tiba di Masjid Kauman sekitar 10.05 WIB. Setelah itu, didoakan oleh Imam Masjid Kauman. Namun belum tuntas didoakan, warga telah berebut gunungan tersebut.

Rabu, 23 Desember 2015

WAHAI YANG MULIA

ilustrasi kaligrafi baginda Muhammad saw



Bismillahirrohmanirrohim.
Alhamdulillahirobbil ‘alamin.
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadim bi’adadi man shola ‘alaih
Wa sholli ‘ala sayyidina Muhammadim bi’adadi man lam yusholli  ‘alaih
Wa sholli ‘ala sayyidina Muhammadin kama tukhibbu ayyusholla ‘alaih
Wa sholli ‘ala sayyidina Muhammadin kama amarta ayyusholla ‘alaih.

Ya Allah, Ya Dzal Jalali wal Ikram, Ya Rabbul ‘Arsyil ‘Adzim,

Wahai yang Mulia, Baginda Rasulullah Muhammad shollallah alaihi wa sallam,
Telah dicantumkan dalam kerahasiaan kitabMu, bahwa Baginda, telah diciptakan sebelum keberadaan alam jagad raya diciptakan.
Telah dicantumkan dalam kerahasiaan kitabMu, bahwa Baginda, telah diciptakan Nurnya sebelum ada alam seluruhnya.
Telah dicantumkan dalam kerahasiaan kenabian-Mu bahwa kau Baginda, merupakan penghulu para Rasul dan Nabi.
Telah dicantumkan dalam kerahasiaanMu bahwa nubuwwahMu, yang pertama di alam jagad raya ini.

Nabi Adam as dengan Siti Hawa pun menggunakan sholawat atasmu wahai Baginda.

Kau sang kekasihNya, merupakan orang tua dari segala para Nabi dan Rasul.
Begitupun orang tua bagi seluruh jagad alam ini.
Kami berhutang sangat banyak kepadamu wahai Baginda.

Engkau kekasihNya,
sang pemilik dua ratus nama
yang sangat dicintai oleh Sang Pencipta Alam Semesta ini.

Tuhan pun tak pernah memanggil namamu
tanpa menggunakan gelar
di depan namamu atau dibelakang namamu,
Ya musthofa, thohir, muzammil, mudatsir, yasin, habibullah, Abdullah, Ahmad
Ya shodiqul wa’dil amin

Kemuliaan akhlaqmu yang agung,
yang bersifat welas asih,
terpatri rohman rohimNya,
kepada seluruh makhluk,
yang adil dan tanpa pandang bulu,
telah terurai dalam kerahasiaanNya

Kau pernah ditawari oleh malaikat gunung oleh malaikat
oleh karena kekurangajaran umatmu kepadamu,
namun kau bersabar dan berbelas asih.
Kau juga pernah ditawari oleh malaikat gunung emas,
agar nantinya ahlul baitmu mapan,
namun kau menolaknya.
Kau mewariskan kitabmu dan sunnahmu agar diikuti oleh umatmu

Hanya baginda seorang yang pernah mampu merubah arah kiblat

Mereka tak kenal padamu?
Mereka tak tahu berterima kasih padamu?
Mereka tak merasa berhutang padamu?
Atau mereka tak pernah coba tahu?

Bahkan ketika sang malaikat sakaratul maut menjemputmu, 
kau memintakan ampun kepada sang Khaliq,
dan memohon agar rasa sakit sakaratul maut umatmu dirasakan olehmu saja,
supaya umatmu tak merasakan sakitnya sakaratul maut

Wahai yang Mulia Raja Diraja, sungguh teramat mulia perilakumu…
Kami sungguh berhutang banyak kepadamu,
Kami tak mengenalmu,
Kaulah yang paling sabar diantara para Rasul dan Nabi…
Sungguh hati ini malu kepadamu wahai yang Mulia

Kaulah baginda Rasul Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib shollallah ‘alaihi wa sallam,
Yang suci keturunannya dan nasabnya,
Pemilik segala kemuliaan

Tuhan dan para malaikatpun
menyampaikan sholawat atasmu,
karena keseluruhan kemuliaan yang ada padamu wahai Baginda

Lebahpun merasakan keberkahan darimu,
Sayapnya yang patah, dapat sembuh atas izinNya,
Dengan bersholawat untuk Baginda

Wahai Rabbul ‘Arsyil ‘Adzim,
ijinkanlah kami menyampaikan sholawat kepada Baginda kami,
Sebanyak pelaku yang menyampaikan sholawat atasnya,
Wahai Rabbul ‘Arsyil ‘Adzim, ijinkanlah kami menyampaikan sholawat kepada Baginda kami,
Sebanyak pelaku yang tak pernah menyampaikan sholawat atasnya,
Wahai Rabbul ‘Arsyil ‘Adzim, ijinkanlah kami menyampaikan sholawat kepada Baginda kami,
Sebanyak yang Engkau sukai ya Allah, bersholawat atasnya,
Wahai Rabbul ‘Arsyil ‘Adzim, ijinkanlah kami menyampaikan sholawat kepada Baginda kami,
Sebanyak yang Engkau kehendaki ya Allah, bersholawat atasnya.
Ampunilah kami, yang tak mengenalmu,
Ijinkan kami mengenalmu, mencintaimu, sampai akhir hayat kami…
Ijinkan kami, bertemu denganmu wahai Baginda yang Mulia…
Kami rindu kepadamu…


Ampunilah kami dengan Laa ilaaha illallah Muhammadurrasulullah shollallah ‘alaihi wa sallam