Ada
sebuah cerita saat saya masih kecil, sore itu saya sedang bermain dengan
teman-teman, saat sedang asyik bermain tiba-tiba ada orang tua yang menanyakan
alamat rumah, lalu saya menunjuk (dengan telunjuk) jalan yang harus dilewati
oleh orang yang bertanya itu. Saat saya menunjukan arah rumah itu teman-teman
saya langsung menegur saya, kata teman-teman: “Jangan suka menunjuk dengan
telunjuk jari, nanti jarinya cacat, kamu harusnya pakai ibu jari”. Semula saya
tidak paham kenapa harus pakai ibu jari, akhirnya saat di rumah saya bertanya
kepada ibu saya. Ibu saya menjelaskan tentang sopan santun dalam berprilaku
apalagi saat menunjukan sesuatu kepada orang yang lebih tua. Menunjuk dengan
ibu jari adalah budaya orang Indonesia, khususnya Jawa dan Sunda.
Ada
beberapa pendapat tentang kenapa harus menggunakan ibu jari/ jempol. Ibu
Jari atau yang biasa kita sebut jempol, merupakan simbol pemimpin atau pejabat.
Ibu jari merupakan yang utama dan induk dari keempat jari lainnya. Mengapa ini
identik dengan simbol pemimpin atau pejabat? Karena ibu jari biasanya identik
dengan persetujuan, kebagusan, dan sifat baik. Bukankah pemimpin biasanya
menjadi tokoh sentral untuk urusan setuju dan tidak setuju pada sebuah
keputusan? Pimpinan juga merupakan patron, dimana apa yang biasanya
dianggap baik oleh pemimpin, juga diikuti oleh rakyatnya? Coba angkat jempol
untuk menyatakan rasa setuju, maka keempat jari yang lain pasti emenunduk.
Ada
pendapat lain yang menyebutkan kalau ibu jari/jempol selalu bersikap sopan dan
rendah hati. Dengan menunjuk memakai jempol, menunjukkan sikap yang sopan dan
rendah hati. Ketika menggenggam tangan, ibu jari melindungi empat jari lainnya
yang berada di belakang ibu jari. Seorang ibu akan selalu melindungi
anak-anaknya, begitulah ketika kita menggenggamkan tangan. Ibu tidak akan
membiarkan anaknya terluka. Ibu jari/jempol selalu memberi penghargaan terbaik.
Jika kita menyukai, menyetujui, menilai bagus hasil kerja orang lain, tentu
kita memberikan jempol kita untuk memberikan apresiasi.
Entah
pendapat mana yang benar, yang pasti nilai-nilai leluhur kita harus tetap kita
jaga. Karena menghormati orang yang lebih tua adalah sikap yang baik. Budaya
ini akan selalu menjadi identitas bangsa. Kebiasaan baik yang membudaya ini
menunjukan bagaimana leluhur kita menghormati elemen-elemen yang ada di
sekitar, dari manusia laki-laki dan perempuan, kecil dan besar, tua dan muda.
Sebagai
generasi penerus kita harus tetap menjaga budaya ini, karena ini adalah
identitas bangsa.
Ada
sebuah cerita saat saya masih kecil, sore itu saya sedang bermain dengan
teman-teman, saat sedang asyik bermain tiba-tiba ada orang tua yang menanyakan
alamat rumah, lalu saya menunjuk (dengan telunjuk) jalan yang harus dilewati
oleh orang yang bertanya itu. Saat saya menunjukan arah rumah itu teman-teman
saya langsung menegur saya, kata teman-teman: “Jangan suka menunjuk dengan
telunjuk jari, nanti jarinya cacat, kamu harusnya pakai ibu jari”. Semula saya
tidak paham kenapa harus pakai ibu jari, akhirnya saat di rumah saya bertanya
kepada ibu saya. Ibu saya menjelaskan tentang sopan santun dalam berprilaku
apalagi saat menunjukan sesuatu kepada orang yang lebih tua. Menunjuk dengan
ibu jari adalah budaya orang Indonesia, khususnya Jawa dan Sunda.
Ada
beberapa pendapat tentang kenapa harus menggunakan ibu jari/ jempol. Ibu
Jari atau yang biasa kita sebut jempol, merupakan simbol pemimpin atau pejabat.
Ibu jari merupakan yang utama dan induk dari keempat jari lainnya. Mengapa ini
identik dengan simbol pemimpin atau pejabat? Karena ibu jari biasanya identik
dengan persetujuan, kebagusan, dan sifat baik. Bukankah pemimpin biasanya
menjadi tokoh sentral untuk urusan setuju dan tidak setuju pada sebuah
keputusan? Pimpinan juga merupakan patron, dimana apa yang biasanya
dianggap baik oleh pemimpin, juga diikuti oleh rakyatnya? Coba angkat jempol
untuk menyatakan rasa setuju, maka keempat jari yang lain pasti emenunduk.
Ada
pendapat lain yang menyebutkan kalau ibu jari/jempol selalu bersikap sopan dan
rendah hati. Dengan menunjuk memakai jempol, menunjukkan sikap yang sopan dan
rendah hati. Ketika menggenggam tangan, ibu jari melindungi empat jari lainnya
yang berada di belakang ibu jari. Seorang ibu akan selalu melindungi
anak-anaknya, begitulah ketika kita menggenggamkan tangan. Ibu tidak akan
membiarkan anaknya terluka. Ibu jari/jempol selalu memberi penghargaan terbaik.
Jika kita menyukai, menyetujui, menilai bagus hasil kerja orang lain, tentu
kita memberikan jempol kita untuk memberikan apresiasi.
Entah
pendapat mana yang benar, yang pasti nilai-nilai leluhur kita harus tetap kita
jaga. Karena menghormati orang yang lebih tua adalah sikap yang baik. Budaya
ini akan selalu menjadi identitas bangsa. Kebiasaan baik yang membudaya ini
menunjukan bagaimana leluhur kita menghormati elemen-elemen yang ada di
sekitar, dari manusia laki-laki dan perempuan, kecil dan besar, tua dan muda.
Sebagai
generasi penerus kita harus tetap menjaga budaya ini, karena ini adalah
identitas bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar