Jumat, 16 Oktober 2015

JEMPOL YANG BERADAB


Ada sebuah cerita saat saya masih kecil, sore itu saya sedang bermain dengan teman-teman, saat sedang asyik bermain tiba-tiba ada orang tua yang menanyakan alamat rumah, lalu saya menunjuk (dengan telunjuk) jalan yang harus dilewati oleh orang yang bertanya itu. Saat saya menunjukan arah rumah itu teman-teman saya langsung menegur saya, kata teman-teman: “Jangan suka menunjuk dengan telunjuk jari, nanti jarinya cacat, kamu harusnya pakai ibu jari”. Semula saya tidak paham kenapa harus pakai ibu jari, akhirnya saat di rumah saya bertanya kepada ibu saya. Ibu saya menjelaskan tentang sopan santun dalam berprilaku apalagi saat menunjukan sesuatu kepada orang yang lebih tua. Menunjuk dengan ibu jari adalah budaya orang Indonesia, khususnya Jawa dan Sunda.
Ada beberapa pendapat tentang kenapa harus menggunakan ibu jari/ jempol. Ibu Jari atau yang biasa kita sebut jempol, merupakan simbol pemimpin atau pejabat. Ibu jari merupakan yang utama dan induk dari keempat jari lainnya. Mengapa ini identik dengan simbol pemimpin atau pejabat? Karena ibu jari biasanya identik dengan persetujuan, kebagusan, dan sifat baik. Bukankah pemimpin biasanya menjadi tokoh sentral untuk urusan setuju dan tidak setuju pada sebuah keputusan? Pimpinan juga merupakan patron, dimana apa yang biasanya dianggap baik oleh pemimpin, juga diikuti oleh rakyatnya? Coba angkat jempol untuk menyatakan rasa setuju, maka keempat jari yang lain pasti emenunduk.
Ada pendapat lain yang menyebutkan kalau ibu jari/jempol selalu bersikap sopan dan rendah hati. Dengan menunjuk memakai jempol, menunjukkan sikap yang sopan dan rendah hati. Ketika menggenggam tangan, ibu jari melindungi empat jari lainnya yang berada di belakang ibu jari. Seorang ibu akan selalu melindungi anak-anaknya, begitulah ketika kita menggenggamkan tangan. Ibu tidak akan membiarkan anaknya terluka. Ibu jari/jempol selalu memberi penghargaan terbaik. Jika kita menyukai, menyetujui, menilai bagus hasil kerja orang lain, tentu kita memberikan jempol kita untuk memberikan apresiasi.
Entah pendapat mana yang benar, yang pasti nilai-nilai leluhur kita harus tetap kita jaga. Karena menghormati orang yang lebih tua adalah sikap yang baik. Budaya ini akan selalu menjadi identitas bangsa. Kebiasaan baik yang membudaya ini menunjukan bagaimana leluhur kita menghormati elemen-elemen yang ada di sekitar, dari manusia laki-laki dan perempuan, kecil dan besar, tua dan muda.
Sebagai generasi penerus kita harus tetap menjaga budaya ini, karena ini adalah identitas bangsa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar