Sore itu, di
sebuah desa, terdapat 3 tangki gondorukem dan depannya ada toko kelontong milik
seorang Tiong Hoa yang menjual pelbagai macam kebutuhan sehari-hari.
Dan secara tak
sengaja, dari tangki gondorukem itu keluar percikan api. Sesaat kemudian api
membesar dan menjadi gumpalan asap hitam yang mengepul di angkasa.
Warga kampung
pun keluar bertaburan ingin memadamkan api yang membesar tersebut. Lalu datanglah
mobil pemadam kebakaran dengan maksud memadamkan kobaran api tersebut. Beberapa
menit berlalu, api nampak tak mau padam, sehingga membuat pemilik kelontong
yang beretnis Tiong Hoa itu memutar akal.
Dia (pemilik
kelontong) mengambil beberapa pack sabun detergent dan kemudian menaiki beberapa
mobil pemadam kebakaran yang berhenti di depan tempat tangki gondorukem itu. Kemudian,
ia membuka plastik detergent itu dan memasukkan beberapa plastik ke dalam
tangki mobil pemadam kebakaran.
Sontak, air
dalam tangki menjadi air sabun yang berbusa banyak atau ngumpluk (istilah
Jawa). Kemudian air yang berbusa itu disemprotkan ke tangki gondorukem yang
terbakar itu. Tak lama, air berbusa itu pun berhasil padam. Giranglah warga
sekitar dan pemilik toko hanya pulang sambil mengusap keringat.
NB : Kebakaran
yang susah dipadamkan dapat diminimalisir dengan air yang berbusa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar