Rabu, 08 Mei 2013

MEMADAMKAN KEBAKARAN DENGAN SEKEJAP


Sore itu, di sebuah desa, terdapat 3 tangki gondorukem dan depannya ada toko kelontong milik seorang Tiong Hoa yang menjual pelbagai macam kebutuhan sehari-hari.
Dan secara tak sengaja, dari tangki gondorukem itu keluar percikan api. Sesaat kemudian api membesar dan menjadi gumpalan asap hitam yang mengepul di angkasa.
Warga kampung pun keluar bertaburan ingin memadamkan api yang membesar tersebut. Lalu datanglah mobil pemadam kebakaran dengan maksud memadamkan kobaran api tersebut. Beberapa menit berlalu, api nampak tak mau padam, sehingga membuat pemilik kelontong yang beretnis Tiong Hoa itu memutar akal.
Dia (pemilik kelontong) mengambil beberapa pack sabun detergent dan kemudian menaiki beberapa mobil pemadam kebakaran yang berhenti di depan tempat tangki gondorukem itu. Kemudian, ia membuka plastik detergent itu dan memasukkan beberapa plastik ke dalam tangki mobil pemadam kebakaran.
Sontak, air dalam tangki menjadi air sabun yang berbusa banyak atau ngumpluk (istilah Jawa). Kemudian air yang berbusa itu disemprotkan ke tangki gondorukem yang terbakar itu. Tak lama, air berbusa itu pun berhasil padam. Giranglah warga sekitar dan pemilik toko hanya pulang sambil mengusap keringat.

NB : Kebakaran yang susah dipadamkan dapat diminimalisir dengan air yang berbusa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar